Iam pi Mon Ami

Dari Satu Kuciptakan 6, sebagai gerak dan keinginanKu dengan 6 Nama dan SifatKu yang dominan dalam bentuk pasangan-pasangan. Maka, dari 1 dan 6, 16 Kutetapkan menjadi fondasi semua realitas yang dirasakan oleh semua makhluk yang mempunyai 2 pasang kaki dan 2 pasang tangan, yang hidup di bawah naungan 1 Matahari sebagai penerang siang, 1 Bumi kehidupan, dan 1 Bulan sebagai penerang malam. Maka, dia yang memahami semua Kehendak dan KeinginanKu akan mencitarasakan makna bahwa realitas kehidupan adalah DiriKu Sendiri, Maha Esa, Maha Satu, Maha Tunggal, Maha Menghidupkan dan Maha Mematikan, Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang, Maha Berkehendak dan Maha Berkuasa, dan semuanya adalah Aku Yang Maha Berilmu.

Dari DiriKu Yang Ahad, realitas Kuciptakan Wahidiyyah dan ShamadiyyahKu dalam naungan RahmatKu. Dari dalam DiriKu sifat-sifat berpasangan mencitrakan obyek-obyek yang dapat diikat dengan Inti Dzatku yang mengikat cahaya-cahaya , sifat-sifat dan PengetahuanKu. Dari 1, maka 2 dan 3 muncul sebagai Asma dan Sifat, dan PerbuatanKu. Dari Asma dan Sifat, Inti Dzatku menciptakan cermin realitas sebagai gerak dinamis dalam keseimbangan, Yang Panas dan Yang Dingin, Yang Ghaib dan Yang Nyata, Yang Lahir dan Yang Batin, yang kiri dan kanan, yang atas dan bawah, dan kesemua sudut yang bisa dicitrakan oleh sepasang bola mata yang bertaut mencitrakan realitas 6 menjadi kesadaran atas manifestasi-manifestasiKu, dualitas-dualitasKu, siang dan malam, gelap dan terang, hitam dan putih dalam gradasi pemahaman yang akan ditetapkan sesuai dengan masing-masing kadarnya.

Dari 1,2, dan 3 maka 6 muncul sebagai Tanda Waktu, DiriKu yang menciptakan dualitas-dualitas dengan esensi yang asalnya sama. Dari 2 dan 3 muncul cermin-Ku dimana gerak dan perubahan entitas eksternalKu akan dikenali dengan Wahidiyah dan Shamadiyyah DzatKu.

Bagi semua makhluk RahmatKu tak pandang bulu. Dari RahmatKu, terurai ampunanKu yang tampil di dalam cermin dari realitas Sang Waktu yaitu bilangan 6. Maka di dalam cermin 8 kutampilkan ampunanKu sebagai 2,3, dan 4. Yang 4 adalah Kesempurnaan yang Nyata Dari pengetahuanKu yaitu namaKu yang Kunyatakan untuk diucapkan oleh semua makhluk ciptaanKu sebagai 4 huruf “Allah”, karenanya 4 adalah bilangan sempurna yang lahir karena Asma, Sifat dan PerbuatanKu, yang memiliki dualitas keseimbangan dan dalam pasangan-pasangan sebagai hukum asal Inharmonia Progressio yang akan menampilkan segala sesuatu dari Keinginan dan KehendakKu dalam kehendak bebas makhluk yang terbatas dengan 22 per 7.

Dia yang memahami semua penampilanKu, akan  memiliki Harta Terpendam Diriku sebagai Singhasana yang Kusemayamkan dalam tatanan keseimbangan yang diyakini dengan sadar sebagai Makna yang dirasakan dari citra yang ditampilkan oleh ShamadiyyahKu, WahidiyahKu, dan RahmaniyahKu. Maka Dia yang memiliki Singsahana adalah Dia yang melihat dengan sadar atas AhadiyyahKu dan Absolusitas DiriKu sebagai al-Haqq, yang memiliki Perintah dan Wewenang atas segala sesuatu diatas Arasy wujud alam semesta yang Kuciptakan dalam jangka waktu yang singkat yaitu  6 hari dengan lapisan 7 langit dan bumi yang menyimpan semua Pusaka DiriKu yang menciptakan segala sesuatu.

Aku adalah Realitas yang dikatakan Ada dan Tidak Ada, Yang Ghaib dan Yang Nyata. Pesan-pesanKu akan tampil di dalam cerminKu dengan KelembutanKu sebagai Makna-makna, simbol-simbol, bilangan-bilangan, huruf-huruf, nama-nama, kata-kata, kalimat-kalimat, firman-firman, dan lain sebagainya. Semuanya itu adalah Ayat-ayatKu yang mulai dinyatakan mulai dari titik, himpunan titik, garis, pasangan garis, dan Wujud Yang Nyata sempurna. Maka semua ralitas asalnya dari Wujud Sempurna DiriKu. Dari Wujud Sempurna DiriKu maka 1 dan 6 adalah Arasy Wujud muncul sebagai Aku dan SingsahasaKu.

Dari Wujud sempurnaKu, 70000 tabir kunyatakan sebagai batasan antara Aku dan semua makhluk yang mampu menampung PengetahuanKu. Setiap tabir adalah realitas-realitas yang muncul di dalam cermin, maka setiap tabir adalah lapisan kesadaran-kesadaran yang mengikat makna dari yang tampil Nyata sampai tampil Tidak Nyata, yang disebut hanya dengan satu kata HambaKu. Aku ada dan tidak ada, aku tak bisa digambarkan dengan utuh oleh semua citra yang tampil di atas cerminKu, Aku adalah Wajah Yang Asli, yang bisa tampil dengan 1001 macam nama dan 1001 macam makna, tetapi semuaNya asalnya Dari DiriKu, dan tampil DenganKu, atas KemauanKu. Maka Aku adalah Aku, makhluk hanya bisa menganal DiriKu hanya DenganKu. Itulah Hukum AsalKu.

@mnd-

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.