Kumelihat gerhanatampilkan rupa DiriMu di wajah kemayu Chandra Kiranadalam lembut embun malam yang jatuh nyatakan Niat dan HasratMu untuk dikenal olehku.
KeinginanMu tampil dalam rupa keinginku membuka jendela jiwaku untuk membuka pesan-pesanMuyang Kau lukiskan dalam bayang-bayang yang dimainkan dari balik tabir kehidupan semua makhluk ciptaanMu.Semua kisah berkelebat dalam denyut waktu yang dihidupkan dari Nafas RahmatMu menjadi setiap nafas hamba-hambaMu.
Engkau adalah Ki Dalang sesungguhnyayang mainkan gamelan dan gerakkan semua pelakon dalam selimut yang Engkau bungkus jadi banyak kisah dan ceritayang temanya satu sajayaitu tema CintaMu pada semua hambaMu.
Kuhirup aroma nafas-Mu dalam aroma kerinduan padaMudari kereta kehidupanku yang bergulirdiatas Cokromanggilingan telusuri jejak-jejak wewangian-Muyang masih tersisa dan terendus olehku dari kisahanjing penjaga yang tertidur di sisi Gua Penyucian hamba-hambaMu yang Kau inginkan untuk kenal dan melihatMu,meski dari balik cadar Muhammad KekasihMu.
Jemari tanganku gelisah dan gemetar setiap kubuka pesan-pesanMu,sesekali kubuka cadar yang menutupi keretakumelihat cerapan pemandangan yang dihadirkan di hatikudari rupa Jamal danJalalMu.
Tirai-tirai jendela kereta kehidupan yang semula putih sudah lama berwarna agak kusam, ia menari-nari tertiup angin malam yang berkelebat membawa pesan dalam peristiwa yang pergi berlalu, dengan jejak-jejak yang sisakan aroma cinta dengan anyir darah dan airmata yang terbakar api nafsu menjadi marus yang sudah lama jadi makanan pokok banyak manusia;hingga tak pernah terbuka pintu hikmah dari kelahiran, kehidupan dan kematiannya.
Kematian?Aku nyaris mati karena mencariMu,Gerhana Chandra Kirana yang kau tampilkan di malam jelang fajaradalah
surat cintaMu yang Kau tulis dariRumah Suci dari Kesucian DiriMuDari tempat tertinggi dari Ketinggian DiriMu yang Maha Tinggi.
Kau suruh juga burung-burung tuk sampaikan PesanMu padaku, dari ghurabay yang mengajarkan anak Adam untuk beradab atas saudaranya, Thairon Ababil yang memusnahkan Abrahah yang pongah, Garuda yang menaungi
Indonesia yang merana,sampai H5N1 yang menghantui umat manusia hari inikarena kebutaan matahati yang dibiarkan merajalela hinggaCahaya CintaMu berubah rupa jadi api panas yang keluar dari dengus syahwat Dajjal anak Ablasayang berkobar hanguskan jiwa yang bersaksi padaMudalam penjara kelalaian dan kepongahanyang engkau nyalakan dari KemurkaanMu.
Burung-burung itu membawa tanda-tandaMuyang kisahkan perubahan di pintu zaman baru, zaman Kali Yuga dengan ketelanjangan yang sengaja Engkau tampilkan dari Kemahamenghinaan-Mu dalam rupa tubuh molek duniadan raut muka kuntianak dan wewe gombel yang sudah tak lagi punya rasa malu.
Saat itu, jiwa-jiwa yang Kautitipkan dalam tiap kereta kehidupan dalam bentuk rupa dan jasad hambaMunyaris lupa diri tenggelam dalam timbunankenangan Sang Waktu yang sisakan remah-remah peradabandalam dongeng dan legenda, dalam kisah dan cerita, dalam penemuan-penemuan yang melapisi pesan-pesan PertamaMuyang pernah Kau sampaikan kepada Adam moyangku.
Kulihat lagi gerhana dari kedua bola matakuyang menjadi jendela jiwakumenatap dalam kebisuan menyaksikan rahasia Jamal dan JalalMudari setiap pasangan yang Kau Nyatakan dengan CintaMu,Keinginan, kehendak dan KuasaMu satukan serpihan Cahaya DiriMu yang menjadi penyaksi dan yang disaksikan seperti bukti yang Engkau terakan pada setiap geliat sidik jemari anak cucu Adam dan Hawa yang Engkau ciptakan,yang Engkau satukan dalam kelembutan Cinta DiriMu, maupun yang Engkau hancurkan leburkan dengan lolongan, jerit tangis keputusasaan dalam genggaman DiriMu yang Mahamenghinakan.
Setiap kelebat waktu melintas dalam pusaran roda Thawasin,pesan-pesanMu sebenarnya sama saja,pesan-pesan itu adalah rahasia Surat CintaMuyang Engkau tuliskan dari jemari Rahmaan dan RahiimMumenjadi Kitab Induk atas segala sesuatu.
Setiap pesanMu sembunyikan rahasia Jamal dan JalalMudalam amplop tertutup yang jadi rangka jendela jiwaku.Amplop itu hanya bisa dibuka dengan Menyucikan NamaMu Yang Maha Tinggiyang tersembunyi disetiap bentuk hambaMujadi rahasia yang tersimpan dalam setiap getar atomyang bangun bentuk dan maujud yang sesungguhnya amat lemah.
NamaMu yang Maha Tinggi hanya bisa dinyatakan oleh hambaMu yang menyucikan diri hanya karena untukMu merekalah Ahlul Bait yang melihat DiriMu dari balik tabir maupun berhadap-hadapan di keintiman cakap dan jagongan bagai Kekasih atau Sahabat yang sangat dekattapi nampak jauh bagi hati si dunguyang tertutup dengan debu kesombongan diri.
Dari Muhammad kupelajari rahasia kehidupansebagai hakikat Diri-Mu.
Allahu, Laa ilaaha illaa Huwal Hayyum Qoyyum.
Kau ajarkan dia kalimat suciyang jadi rahasia diri sebagai penyaksiyang Pertama dan Terakhir, yang Menyaksikan dan yang Disaksikan dalam tiap denyut nafas kehidupan yang dinyatakan dari Ke-Esa-anMu, Kemandirian dan KetidakserupaanMu:
Bismillahir al-Rahmaan al-Rahiim,Kun Fa YakuunLaa ilaaha illaa Huwa, Laa ilaaha illaa Allaah,Laisya Kamitslihi Syaiun.
Bagi dirinya aku seperti getah bening minyak zaitun yang meleleh dari airmata nestapa Masyatim jadi tinta bagi para nabi, rasul dan kaum arifin.
Dari Ibrahim aku diberi ketetapan tentang rahasia kehidupan yang dinaungi washilah Muhammad sebagai penyaksi Pertama dan memberikan Rahmat bagi semua makhluk yang berada dalam rahasia setiap yang diberi nikmat.
Darinya aku diberi ketetapan tentang Yang Esensial adalah Yang Satu dengan penauhidan: Laa ilaaha illaa Allah, Muhammadurrasulullah.
Dari Ibrahim juga aku diberi rahasia Nabi Idris a.s yang ajarannya telah dikelabui khayal dan angan para pendusta yang kelak lahirkan Fir’aun-fir’aun di dunia.
Darinya juga diajarinya aku rahasia Ahura Mazda yang tersembunyi dalam mandala jiwa dalam diri dan rupa kaum Hawayang diciptakan jadi pasangan kaum Adam:
“Dan diantara tanda-tanda KekuasaanNya, DiciptakanNya untukmu pasangan yang menjadi isterimu dari kaummu sendiri,supaya kamu merasa tentram disampingnya,dan dijadikanNya kasih sayang diantara kamu.Sesungguhnya yang demikian itu menjadi tanda-tandaBagi orang yang berfikir (QS 30:21) “
Dari Nuh a.s, aku juga diberi tahu cara membuat perahu,yang dibuat dari curahan air langit dan bumituk selamatkan kehidupan di Planet Bumiyang rapuh, serapuh saang laba-laba.
Dari Ismail a.s,aku diberi cara-cara menggali sumber-sumber air yang jernih baik di
padang pasir, di langit, di bumi maupun di atas samudera yang menggelora. Darinya aku ditetapi dengan keikhlasan yang menampilkan tauhid Bapaknya sebagai akar dari semua yang berpasangan.
Dari Nabi Musa a.s aku diberi kekuatan dengan kilatan api yang paling murni yang dulu pernah ia lihat dalam kobaran Pohon Syajarati. Pohon yang dulu pernah menjadi medium penampilanMu yang berkata: “Annallahu Rabbul ‘Aalamin”.
Darinya juga kutahu rahasia terompah yang ditanggalkannya ketika ingin menemui DiriNya dan tongkat ajaibnya yang menelan ular kemunafikan para tukang sihir Fir’aun.
Dari Sulaiman aku mengenal rahasia kunci pintu Bait Al Qadissah yang menjadi rahasia singhasana Ratu Saba. Diajarinya aku mengenali dunia dari maujud kehambaan yang paling renik sampai yang paling besar. Darinya aku dapatkan kembali rahasa CintaNya dalam kalimat pembuka yang diungkapkan Muhammad menjadi : Bismilllahir al-Rahmaan al-Rahiim.
Dari Nabi Daud a.s aku diajari kekuatan untuk membuat pakaian taqwa dari rajutan baju besi yang kelak dipakai Iskandar Dzulkarnain untuk menaklukkan dan mengumpulkan pengetahuan dari penjuru dunia di sutau tempat bernama Aleksandria.
Dari Nabi Idris a.s aku diberinya kepastian sebagai kebenaran yang membuka rahasia cadar pengetahuan Adam dan Hawa. Darinya aku dititipi kebenaran tentang rahasia yang lahir dan batin sebagai ke-Maha-Esa-anNya. DariNya juga aku diberi rahasia Al-Kimia Kehidupan yang menjadi rahasia kehidupan umat manusia.
Dari Adam dan Hawa, moyangku yang menjadi awal mula kemanusiaanku dari kebinatanganku,aku dititipinya rahasia mengendalikan bujuk rayu Hawa yang melahirkan Kerinduan Sempurna untuk menggambarkan Hasrat CintaNya.
Kini dari kedua bola mataku aku bisa memahami pesan-pesanMu dari warisan moyang-moyangku itu.
Dari Yunani kekekeruhan yang mengalir di derasnya sungai waktu telah disucikan kembali dalam untaian Theospohia yang menguraikan prinsip-prinsip asal dan usul dengan bantuan jemari kita. Darinya aku mengenal rahasia nada dasar alam semesta, kisah para Penghuni Gua, keterbatasan dan keterukuran Aji Saka, dan inharmonia progressio yang dulu dipahami Ibrahim a.s dengan ketundukkan di hadapan Pemilik Kemahakuasaan yang tak bertepi.
Dari
sana juga aku memahami rahasia kisah Pandawa Lima yang tertulis didalam Lauh Mahfuz yang sebenarnyayang berkembang menjadi dongeng ganjil dan hiburanpara pencuri dengar yang mengotori kesucian dengan jubah-jubah kepalsuan yang sebenarnya tak punya ketundukkan pada Kemahakuasaan Yang Maha Tinggi.
Di Aleksandria aku diperkenalkan dengan Sembilan Pemikir Agung dan Tujuh rahasia Langit Bumi yang menyimpan rahasia nama Ptolemy Epiphanes dan Kleopatra.
Darisana juga aku melihat diriku sendiri sebagai bagian terkecil dari yang terkecil sebagai hambaNya yang dihembuskan dan dinyalakan dari Ke-Dia-anNya yang menjadi nafas kehidupan dan pengetahuan Muhammad,aku melihat diriku meleleh menjadi minyak zaitun yang nyala sendiridari Hembusan Nafas Al-Rahmaan, dari ampunan Yang Maha Pengampun, dan dari Kelembutan akar saripati minyak wangi yang murni di Bumi, yang menerangi jalan para nabi , rasul, kaum arifin, para ilmuwan, dan semua manusia yang berpengetahuan Tuhan.Disana juga aku mengenal Dewi Pengetahuan terakhir dari zamannyadalam rupa Kelembutan Hypahia.
Di India aku diperkenalkan dengan Arya Bathia,pemikir tersembunyi di zamannya yang ungkapkan rahasia serba hubunganAntara waktu dan Ahura Mazda yang menyimpan rahasia umat manusia dan kehidupannya di Planet Bumi.
Dari Yahya a.s aku diajarinya cara-cara memegang Pena dengan Ibu Jari dan Telunjuk untuk menuliskan kembali pesan-pesanNyayang sebenarnya sudah tertera di kedua jemariku.
Dari Isa Ibnu Maryam aku diajarinya menjaga kesucian hati dengan rahasia Cinta Sulaiman pada Ratu Sabatempat dimana Singhasana-Nya sesungguhnya berada, tempat Yang Ghaib dan Yang Nyata menatap alam semesta dan mengaturnya sekehendak Niat dan HasratNya.
Dari kesucian Maryam aku diajarinya rahasia Cawan Suci Yang Nyata sebagai warisan dari Nabi Idris a.s Shiddiqin Nabiyya bahwa semua kehidupan yang dihadirkan adalah bukti DiriNya Yang Maha Esa, Tidak berputra dan tidak beribu bapak.
Dari Muhammad Kekasih-Nya Yang Yatim Piatu, Insaan Kamil yang Rahmaatan Lil ‘Aalamin,aku diajarinya rahasia Sang Adi Budha dalam uraian yang membuka dan menutup semua kitab wahyu baik yang tercurah dari langit maupun dari bumi, yang muaranya adalah pertemuan dua lautan yang kelak bisa membara jadi jilatan api neraka.Diatasnya jembatan yang luas membentang untuk dilalui dengan keselamatan bagi yang melewatinya berada di Keselarasan atas semua KehendakNya.Diatas jembatan itu terukir semua kisah para nabi dan rasulyang diawali dan diakhiri dari citra dirinya yang terpuji, karena dirinya yang menyimpan rahasia kehidupan adalah sang penyaksi dan yang menyaksikan Kemahagungan dan Kemahaindahan yang dinyatakannyadengan bukti yang sangat dekat kepada semua manusia.
Melalui namaku, diungkapkan-Nya kembali sumber kesempurnaan Pengetahuan-Nya yang nyata didalam syahadat dan shalat sebagai maghfirahNya bagi semua makhluk yang hidup di Planet Bumi, yang menjadi titik tolak Awal dan Akhir dari semua perjalanan kehidupan manusia sebagai rahasia Isra dan Miraj pada-Nya :
Laa ilaaha illaa Allah, Muhammadurrasululah,La Hawlaa Walla Quwwata illaa Billah.
Mendawailah dengan CintaNya dan KemahabesaranNya didalam gelombang dan buih kehidupan sebagai hambaNya yang sadar dan tidak lalai, hamba-Nya yang merefleksikan Akhlak Muhammad sebagai rupa kepribadian dalam kehidupan yang dipenuhi Cinta Ilahi yang nyata dalam bentukyang dibaguskan sebagai Insaana Fii Ahsaani Taqwiim BUKAN rupa Asfala Safiiliin,BUKAN rupa gerombolan jahiliyah kawanan Abu Jahal dan Abu Lahab,BUKAN rupa anak-anak Dajjal yang “summum bukmum dan umyum”,BUKAN rupa suku “Yakjuj dan Makjuj” yang mabuk dalam “khayal dan angan-angan” yang membumbung tinggi sampai lupa diri dan merasa tak menjejak Bumi, BUKAN rupa mereka yang mengikuti kaum yang memutuskan diri dari rahmat PenciptaNya (Ablasa) hingga tak tahu bagaimana dirinya diciptakan-Nya, DAN BUKAN RUPA mereka yang terpenjara dalam penjara GHAIRULLAH (selain Allah, syirik) maupun jalan orang-orang yang dimurkai dan disesatkan oleh-Nya karena kesombongan dan kebodohannya sendiri.
Jadikanlah dirimu dalam pengaturanNya bukan pengaturan nafsumu,dengan kesadaran dan ketundukkan atas KemahatinggianNya yang tak terjangkau dengan ungkapan apapun,namun aktualitas KemahatinggianNya dapat kau temui dalam rupa Akhlak Muhammad yang memberi Washilah di Planet Bumi dengan kehidupan yang dibangun dari unsur-unsur kehidupan yang merefeksikan namanya dengan cahaya kemuliaan dirinya sebagai Rahmaatan Lil ‘Aalamin dengan pedoman yang benar yang menjadi Wacana Fundamental Theosophia Adam Awliayaitu al-Qur’an Dzikrul Lil ‘Aalaminn dan Dzikrul Lil Muminindengan bukti yang nyata (The Truth, The Proof and The Fact) yang tertera di kelembutan telapak tanganmu sebagai sidik jarimu sendiri yang unik dan tak ada duanya untuk menunjukkan bahwa dari ke-Esa-an-Nya bisa diciptakanNya kemajemukan wajah-Nyasebagai tanda-tanda yang ada dimana-mana tapi tersembunyi dari pandangan mereka yang tertutup matahatinya”.
Jadikanlah dirimu dalam naungan Cahaya Cinta Muhammad yang memancarkan Pengetahuan Tuhan dari sela jemari Ibu Jari dan telunjukmu yang setiap dua ketukan shalat selalu kau acungkan. Ketahuilah, acungan telunjuk dan ibu jarimu adalah pernyataan dari Niat-Nya untuk memperkenalkan DiriNya kepadamu yang dapat kamu rasakan dengan hati, akal pikitan dan perbuatan yang seimbang karena rahasia NamaNya Yang Maha Tinggi tersembunyi didalam setiap diri bernama yang menghirup Nafas Al-Rahmaan,yang mengajarkan al-Qur’an, menciptakan manusia dan membuatnya berbicara yang menyadari bahwa :“Hanya dengan mengenal diri dengan sadar dan berserah diri di hadapan KemahakuasaanNya saja yang akan mengenal dan sampai pada-Nya dalam sebutan Ism Agung yang dinyatakan sebagai: Allah, al-Rahmaan al-Rahiim, Allah Rabbul ‘Aalamin”.
Mereka yang berserah diri adalah mereka yang menanggapi bersitan niat, hasrat, keinginan, kehendak, dan kekuasaan-Nya dalam celupan Pengetahuan-Nya (Shibghatallaahi) sebagai Rabbul ‘Aalamin.
Mereka yang berserah diri adalah mereka yang sadar dan memahami ketentuan keseimbangan ideal tanpa cacat yang ditetapkanNya.
Mereka yang berserah diri adalahmereka yang sadar mengenai kemanusiaannya yang harus dimunculkansebagai akhlak dan perilakunya.
Mereka yang berserah diri adalah mereka yang kosong dari gambaran kejahilan dan tipu daya namun berisi dengan kehambaan yang sadar atas Kemahabijaksanaan-Nya.
Mereka adalah kaum yang dibangkitkan oleh Tabiba-Juha yang menyembuhkan yang sakit pikiran dan hatikarena kerinduan dan karena terbakar dalam api cinta yang telah jadi api kasmaran yang berkobar bagai lambaian lidah api dari neraka.
Mereka yang berserah diri adalah mereka yang menyatakan tindakannya sehari-hari dari keyakinan, keikhlasan, keistiqomahan, kesabaran dan rasa syukur pada Kemahabijaksanaan-Nya yang menetapkan segala urusan makhluk sesuai dengan potensinya masing-masing sebagai suatu ketetapan dengan ungkapan yang menutup semua harapannya sebagai harapan yang Hanya Disandarkan kepada Allah saja yaitu Amiin, Yai, Rabbul ‘Aalamin.
Mereka yang berserah diri adalah mereka yang mematuhi semua perintah-Nya dan larangan-Nya dengan berakhlak yang menuju kesempurnaan Akhlak Muhammad dengan dzikir, fikr, dan ikhtiar sebagai bagian dari kehidupan yang dinyatakan oleh Allah, al-Qayyu, al-Qayuum, dan karena menyadari bahwa segala sesuatunya hanyalah Daya dan Upaya Diri-Nya yang Maha Tinggi, yang berbeda dengan makhluk-Nya (Laisya Kamitslihi Syaiun).
Mereka yang berserah diri adalah mereka yang telah menjadi Tabiba-Juha (Ahli pengobatan untuk orang-orang idiot, seringkali disebut juga Tabib Idiot sehingga sering juga disalahtafsiri Tabibnya yang idiot atau orang yang diobatinya yang idiot?).
By: @MND-114912Koordinat lokasi di Lauh Mahfuz: 145, 790,231,
Kota Impian 623(JKRT), Puser Bumi 175(ANDNSY), Code Planetari 241(BuMI, koordinat posisi di Lauh Mahfuz [90,151],[10,10])koordinat waktu 10-12-2006M,1427H, @12:32, diselesaikan pada 1:49 PM di Kawasan Blok-M.