Dialog Imajinal Dengan Nur Muhammad (1)

Bismillahirrahmaanirrahiim, Suatu malam, dibawah naungan Bulan Purnama Yang NampakTerbelah membentuk susunan dua lingkaran yang salingberpotongan ditengahnya. Nur Muhammad menyapaku danberkisah tentang alam semesta dan bagaimana realitasmakhluk memahami penampilan Asma, Sifat dan Af’alAllah. Asal tahu saja, mata saya yang minus 1,25 dan 1ternyata melihat penampilan Wajah Rembulan dalambentuk ganda atau bayangan ganda yang saling beririsanseperti Bulan Yang Terbelah. Kalau digambarkan persissama dengan irisan dua lingkaran dimana bagiantengahnya yang saling beririsan bercahaya keemasandalam formasi yang indah membangun konstruksiGeometris Golden Ratio. 

Nur Muhammad kemudian berkisah bagaimana dulu, iasebagai Muhammad memahami realitas alam mikro danmakro. Dalam sistem tatasurya, matahari adalah pusatnya,Planet Bumi dan bulan beredar mengelilinginya. DariPlanet Bumi, langit nampak dihiasi bintang-bintangsehingga langit malam menjadi indah dan langit siangmenjadi benderang. Mereka masing-masing beredar sesuaidengan keseimbangan seperti itu setiap waktu. Muhammadpun menyadari prinsip keseimbangan di alam semestaciptaan dimana ia tinggal di dalamnya.  

Cahaya bulan adalah cahaya matahari? Setengah terkejutMuhammad menyadari hal demikian secara mandiri tanpasuatu sentuhan teknis yang njlimet, hanya denganmerenungkannya. Muhammad tidak menyadari bahwa prosesyang dijalaninya adalah proses yang dijalani oleh NabiIbrahim a.s dan para Nabi dan Rasul lainnya ketikamencari Tuhan, dan ia tidak membayangkan kelak dikemudian hari keseimbangan alam yang dipahaminyaterurai lebih teknis ketika peradaban semakinberkembang.  Muhammad sekali lagi merenungkan realitas dirinya,bumi, bulan, matahari, dan Tuhan Yang Menciptakan,Memelihara, dan Mendidik makhluknya. Bumi dimana iatinggal adalah ciptaan Tuhan, tetapi Diapunmemeliharanya, dan melakukan pendidikan kepada semuamakhluk-Nya. Muhammad kemudian membayangkan suatususunan yang kelak akan menentukan bagaimana iamemahami semua itu. 

Susunan yang dibuat oleh Rasulullah sebenarnya sangatsederhana. Bahkan siapapun yang merenungkan  realitasmanusia, bumi, bulan, matahari  dan Tuhan sebagaiPenciptanya akan menyadari hal ini. Muhammad kemudiansejenak berdiri dan mencari beberapa buah batu kerikildisekitar Ka’bah. Ia kemudian menyusunnya sebagaiberikut dengan identifikasi yang menunjukkan Manusia(M), Bumi (B), Bulan (Q), Matahari (S), dan Allah (A):  AM-BM-B-QM-B-Q-S Susunan 4 tahap itu kemudian ia renungkan dan iasadari menyatakan 1,2,3,4 sebagai sistem abjad hurufArab Alif, Ba, Jim, Dal. Kemudian ia melanjutkan bahwatahap selanjutnya adalah suatu susunan kelompokpertama di dalam suatu susunan bintang-bintang sebagaikelompok yang lebih besar. Ia kemudian teringat masaremajanya ketika kawanan kambing yang digembalakannyadigabungkan dengan kawanan kambing teman-temannya.Seperti itulah gambarannya ketika kelompok pertamabergabung didalam kelompok yang lebih besar. Jadi,Muhammad menyimpulkan bahwa konfigurasi 4 tahappengenalan itu merupakan satu kesatuan sebagai suatubintang namun ia merupakan bagian dari bintang-bintanglainnya.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.