Arsip untuk Desember, 2006

Al Qur’an, Pedoman Bagi Semua Manusia

Al Qur’an sebagai Kitab Wahyu adalah al-Qur’an yang menjadi Dzikrul Lil ‘Aalamin dan menjadi The Book Of Everything yang akan menjadi sumber pengetahuan yang optimum dimana pengetahuan masa lalu, masa kini, dan masa depan manusia tercermin didalamnya sebagai Wahyu Ilahi yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW. Baca entri selengkapnya »

Komentar (2) »

“Wake Up!!!”, Al Qur’an Bukan Sekedar Produk Budaya

Banyak diskursus yang berkembang dewasa ini dalam berbagai wilayah diskusi baik yang formal maupun informal tentang al-Qur’an dan kebudayaan. Dalam hal ini yang disorot adalah kebudayaan Arab sebagai tempat dimana al-Qur’an diwahyukan Tuhan. Dengan tulisan ini saya sebenarnya lebih meyakini bahwa Al Qur’an sebagai Kitab Wahyu bagi Umat Manusia dengan nilai-nilai yang universal bukan sekedar produk budaya lokal Arab meskipun ia diturunkan di tanah Arab. Baca entri selengkapnya »

Komentar (2) »

Hikayat Imajinal Adam Aulia (Adimulya)

12300 tahun yang lalu, di suatu tempat di Planet Bumi seorang manusia mulai bertanya-tanya setelah ribuan tahun generasinya timbul tenggelam dalam celoteh yang tak berkesudahan. Pertanyaan yang sebenarnya telah sepintas sepintas ia dengan dari nenek moyang kaumnya yang menjadi pemburu. Ia adalah Adam, seorang yang ditakdirkan untuk menguraikan rahasia dirinya sendiri mulai dari sekujur tubuhnya yang diselimuti kulit bulu , sampai jempol jari kakinya yang lebar dan tebal. Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Hamba Allah Di Maqom Tanpa Nama

Mengenal Diri dan Mengenal Ilahi” sebagai aforisma sufistik yang menjadi kunci untuk mengenal manusia secara utuh sebagai hamba Allah akhirnya memang akan berbicara tentang akhlak mulia sebagai suatu atribut ketuhanan yang dinisbahkan kepada manusia sebagai suatu hidayah dan anugerah. Ketika manusia tidak menyadari hal ini, maka eksistensinya sebagai citra Tuhan akan jatuh, sejatuh-jatuhnya yang menyebabkan dirinya memiliki derajat yang sangat rendah. Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Cermin Retak

Cermin yang retak itu adalah milik kita. Tempat dimana kita biasanya mematut-matut diri. Disitu, kita biasanya melihat-lihat wajah tampan kita, bopeng kita, kekejian kita, keramahan kita, ketamakan kita, kemunafikan kita, dan semua yang tampil dari dalam tabir jiwa kita.  Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.